Selasa, 12 Maret 2013

Tuhan yang apatis


Ck.. ck.. ck..
aku kagum melihat rumahMu, Tuhan
Megah
Mewah
Indah
berlantaikan marmer berkelas
beratapkan kubah emas
tapi ironis
di sekelilingMu masih tampak sesak
rumah-rumah yang tak layak
kecil
dekil
terkucil
berlantaikan susunan keramik-keramik bekas
beratapkan sisa-sisa seng yang telah karatan dan mengelupas
dan di depan pagar rumahMu aku semakin miris
melihat ibu-ibu compang-camping mengemis
anaknya menangis pasrah pada terik yang mengiris


Jember, 18102011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar