Senin, 11 Maret 2013

si hening


Aku hening. Aku tak bergender. Aku sudah ada sejak semesta belum tercipta dan aku akan tetap hidup hingga semesta kembali tiada. Tugasku membuat keheningan untuk kehidupan yang riuh penuh hura-hura, biarpun sejenak saja.
Aku hening. Sejak manusia mengenal agama, banyak dari mereka mencari keberadaanku. Katanya dalam keheningan yang aku buat, mereka menemukan Tuhannya. Mulai para pertapa hingga para sufi yang rela ber-uzlah.
Aku hening. Aku begitu terharu di hari ini. Lantaran ini adalah hari yang dikhususkan bagi sebagian manusia untuk menghadirkanku. Mereka rela ber-caturbrata; amati geni, amati karya, amati lelungan, amati lelanguan.
Aku hening. Aku tak bergender. Aku sudah ada sejak semesta belum tercipta dan aku akan tetap hidup hingga semesta kembali tiada. Jika masa itu tiba dan aku masih tetap ada, aku tak akan berubah. kutegaskan lagi, tugasku tetap membuat keheningan. Hanya saja itu untukku sendiri.

*selamat tahun baru saka 1935 (nyepi, 12 maret 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar