Aku hening. Aku tak bergender. Aku sudah ada sejak semesta
belum tercipta dan aku akan tetap hidup hingga semesta kembali tiada. Tugasku membuat
keheningan untuk kehidupan yang riuh penuh hura-hura, biarpun sejenak saja.
Aku hening. Sejak manusia mengenal agama, banyak dari mereka
mencari keberadaanku. Katanya dalam keheningan yang aku buat, mereka menemukan
Tuhannya. Mulai para pertapa hingga para sufi yang rela ber-uzlah.
Aku hening. Aku begitu terharu di hari ini. Lantaran ini
adalah hari yang dikhususkan bagi sebagian manusia untuk menghadirkanku. Mereka
rela ber-caturbrata; amati geni,
amati karya, amati lelungan, amati lelanguan.
Aku hening. Aku tak bergender. Aku sudah ada sejak semesta
belum tercipta dan aku akan tetap hidup hingga semesta kembali tiada. Jika masa
itu tiba dan aku masih tetap ada, aku tak akan berubah. kutegaskan lagi, tugasku tetap
membuat keheningan. Hanya saja itu untukku sendiri.
*selamat
tahun baru saka 1935 (nyepi, 12 maret 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar