aku
merindukannya, pasti
seorang
amir pemberani yang siap mati
menghancurkan
batu-batu yang diberhalakan,
yang tak memberi arti
datanglah
ke negeri kami
negeri
yang pemimpinnya t’lah kehilangan jatidiri
membiarkan
segalanya diberhalakan, uang dan kursi
menjadikan hidup rakyatnya
tidak pasti
aku
merindukannya, tanpa syak lagi
seorang
amir yang tak pernah menghitung untung dan rugi
mengorbankan
anaknya demi mengikuti suara kebenaran maha tinggi
datanglah
ke negeri kami
negeri
yang hukumnya sudah
atas dasar nepotisme; tak adil lagi
mengapartemenkan
pembajak kelas pari
sementara
yang kelas teri,
dibui hingga ber-ragi
oh… Robbul Alamin,
hadirkan ia ke negeri kami
atau
cukup Kau Ibrahim-kan pemimpin kami
Jember,
09 Dzulhijjah 1432 H./ 05 November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar