Mentari terjaga, jutaan makhluk bumi pun merasakan hangat karena kehadirannya. ±
skitar pukul enam, pasar balung (salah satu kampung d kota Jember, Jatim) sudah dipenuhi para 'shopaholic' yg lalu
lalang mencari kbutuhan perut mereka di pagi hari. Tak terkecuali aku yg juga
belanja (mbarengi blanja tepatnya) buat sarapan. Setelah membeli ikan buatt
lauk, kakiku melangkah menuju ibu-ibu penjual tahu. Di sebelah kanannya
ada ibu2 penjual tauge (slanjutx ckup ibu tauge). Ada satu lagi ibu-ibu, namanya ibu Rom (seperti it ibu tauge memanggilnya). Sepertinya dia adalah wanita yg ikut bantu-bantu ibu tauge.
"tak kandani, tali pati iku gak ilok, Rom. Kerjo ora godak. Ojo dibaleni
neh Rom."(aku kasih tau, simpul mati itu g baik rom. Kerja gak becus. Jangan
diulangi lagi rom). Bentak ibu tauge kepada ibu rom. Rupanya dia marah besar sampai-sampai keluar tanduk & taringnya (imajinasi penulis) hanya karena tas
kresek yg diiket pakek simpul mati oleh ibu Rom.
***
hmmm.... Masalahnya sepele, simpul mati. Tapi banyak makna yg terkandung di dalamnya. Mungkin bagi ibu tauge simpul mati adalah "simbol keangkuhan & Kekakuan", dilihat dari posisi pembeli, mungkin saja simpul mati ini bisa menyusahkan pembeli ketika akan membuka bungkusan taugenya dan alasan-alasan lainya. tapi yaaa...
Inilah Jawa, suku dengan ribuan hal 'gak ilok', namun berfilosofi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar